Dimanakah Letak ANY KEY

Jumat, 04 Februari 2011
Banyak orang bingung dengan perintah-perintah sebagai berikut; karena perintah tersebut tidak ditemukan di keyboard:

Press ANY KEY to Continue ...

Press ANY KEY to Start...

Press ANY KEY to Start From CD...

To Skip Disk Checking, Press ANY KEY within 7 Second(s)...

Karena itu, beberapa perusahaan yang memproduksi KEYBOARD telah melakukan perbaikan/revisi untuk memudahkan penggunanya. Inilah hasilnya:





Kini, bila anda yang masih bingung dimana ANY KEY pasti udah keterlaluan...
»»  Lanjutannya nih...

5 Tips Membeli Komputer Seken

Jumat, 28 Januari 2011

Tips Pertama,

Pastikan anda mendapat garansi karena penjual punya trik menutupi komputer yang kondisinya buruk agar terjual!

Ada beberapa penjual mengakali komputer agar terlihat baik saat di tes oleh orang yang akan membeli. Tetapi dalam beberapa saat, atau bila komputer telah keluar dari toko maka baru kelihatan "borok"nya komputer yang di beli.

Karena itu pastikan anda mendapat garansi dari penjual. Idealnya garansi yang diperoleh dari barang seken adalah 1 minggu, atau paling tidak 2 hari. Syukur bila anda bisa mendapat garansi lebih lama dari penjual. (Seperti saya yang berani memberi garansi 1 bulan... hehehe).

Tips Kedua,

Lakukan pengetesan selama sedikitnya 1 jam, karena penjual punya trik menjual barang yang akan eror setelah melewati masa kritis.

Sekalipun anda mendapat garansi, pastikan anda melakukan pengetesan dengan melakukan running terhadap komputer yang hendak anda beli. Sebab beberapa sparepart komputer ada yang terlihat kerusakannya apabila di tes agak lama.

Contoh monitor yang playbacknya rusak dan akan terlihat buram setelah beberapa lama. Atau harddisk yang mengalami bad sector di tengah baru terlihat ketika head membaca sektor yang rusak.

Tips Ketiga,

Pastikan komputer yang anda beli sesuai spek (spesifikasi) yang anda inginkan, sebab penjual punya trik menjual barang dengan spek seadanya dengan harga yang mahal.

Bila anda meminta komputer Pentium 4, anda harus tahu pasti spek apa yang anda inginkan. Misal besaran harddisk, Ram, VGA, dll. Jika tidak, anda pasti hanya mendapat spek standard seperti harddisk 20 GB, Ram 256 dan VGA Onboard.

Tentu tidak masalah bila anda mendapat spek standar dengan harga standar. Tapi bila anda mendapat spek standar dengan harga tinggi, tentu anda merasa dirugikan.

Tips Keempat,

Anda perlu tahu apa kebutuhan anda! Bila anda perlu komputer untuk Desain, tentu anda butuh komputer yang mendukung kebutuhan anda. Penjual, tentu memiliki trik "asal laku", tanpa mau tahu apa kebutuhan konsumen!

Bila perlu, konsultasikan kebutuhan anda dengan penjual atau teman yang mengerti tentang kebutuhan komputer sebelum anda menyesal karena harus upgrade ini dan itu karena komputer yang dibeli tidak sesuai kebutuhan anda.

Tips Kelima,

Terbukalah pada penjual tentang barang yang anda beli, banyak tanya tidak masalah. Hingga anda mendapatkan barang Komputer yang anda inginkan.

Jangan pula terlalu berprasangka buruk, sebab banyak pula penjual yang melayani dan memberikan komputer yang bagus untuk kebutuhan anda.

Bila ternyata sesampainya dirumah atau dalam beberapa hari komputer anda rusak, bisa jadi bukan kesalahan penjual. Kembalilah ke penjual untuk menanyakan dan berkonsultasi tentang komputer yang anda beli. Tanpa emosi, tentu!
»»  Lanjutannya nih...

Komunitas Teknisi Komputer

Senin, 24 Januari 2011
Yuk, kita kumpul dan silaturahmi di sini dengan memberikan data diri anda sebagai Teknisi Komputer. Setiap yang bergabung akan muncul di halaman depan dan di link ke halaman pribadi dan blog masing-masing. Isikan data-data disini beserta foto anda, semoga dengan data-data ini akan mempererat kerjasama antar Teknisi Komputer. Terbuka bagi semua Teknisi Komputer baik yang memiliki blog maupun tidak...

Nama Keren:
Nama Lengkap:
Spesifikasi Teknis/Keahlian Khusus:
Spesifikasi Teknis/Keahlian Umum:
Data Pekerjaan yang bisa dikerjakan:
Data barang jual beli yang biasa di lakukan:
Lama bekerja sebagai Teknisi:
Alamat Showroom/Toko atau Rumah:
Alamat Blog (bila ada):

Dan semua data bisa anda masukan. Data juga bisa berupa deskripsi atau biografi singkat atau berupa cerita... pokoke asik-asik anda sajalah... akur???
»»  Lanjutannya nih...

Kursus Teknisi Komputer

Sabtu, 22 Januari 2011
Anda adalah orang awan yang ingin berbisnis di bidang Service dan Jual Beli Komputer? Atau anda adalah mahasiswa atau Sarjana IT yang membutuhkan pengetahuan lebih tentang Komputer Hardware dan Software? Disini kami mengadakan Pelatihan/Kursus Teknisi Komputer yang akan membuat anda siap menjadi Teknisi-teknisi handal yang bisa menjadi bekal bagi anda yang bekerja pada bidang Komputer atau IT.

Dengan pengalaman lebih dari 14 tahun, rasanya cukup bagi saya untuk membagi pengalaman dan keahlian saya kepada anda. Selain pernah menulis buku tentang komputer, tulisan-tulisan saya banyak di muat atau di copy pada situs-situs tentang ilmu komputer atau IT.

Peserta Mendapatkan 1 Unit Komputer

Kursus kami bagi dalam 3 paket yang bisa anda ambil per paket maupun seluruh paket. Setiap peserta yang mendaftar akan mendapatkan 1 Unit komputer Pentium 4 yang akan di jadikan modal praktek dan akan di bawa pulang saat pelatihan/Kursus selesai. Spesifikasi Komputer yang akan di dapatkan peserta adalah sbb:

Pentium 4
Motherboard + Processor 1,8
Harddisk 40 GB
Ram 512 MB DDR1
CDRom
Keyboard+Mouse
Monitor 15" Digital

Kursus dilakukan selama 1 bulan dengan pertemuan 2 kali setiap minggu selama 3 jam setiap pertemuan. Biaya setiap Paket adalah Rp. 1.650.000,-

Paket-paket Kursus adalah sbb:

1. Paket Pemula

Materi Kursus :
- Pengenalan Hardware
- Merakit Komputer
- Instalasi Windows dasar
- Instalasi Windows lanjutan


2. Paket Lanjutan

Materi Kursus
- Instalasi Windows Driver dan Software Khusus (Tingkat Lanjut)
- Trouble Shooting + Service Komputer Mati Total
- Trouble Shooting + Service Komputer Hang
- Trouble Shooting + Service Hardware yang Eror


Kursus ini berlaku untuk Umum, Mahasiswa IT yang ingin belajar dan Anda yang ingin membuka Usaha di Bidang Komputer.

Pasca Kursus

Selesai menjalani kursus, anda akan terus kami bimbing dengan memberikan konsultasi gratis lewat telepon bila anda mengalami kesulitan.

Selain itu, peserta yang ingin di salurkan bekerja pada beberapa Showroom komputer akan kami usahakan.

Ada pula magang ditempat kami atau bekerja sebagai teknisi maupun pengajar dengan gaji yang cukup.

Peserta yang tidak mampu tetapi memiliki minat besar silakan menghubungi kami untuk mendapatkan keringanan biaya kursus..

Segera hubungi kami ke arctekvision@arctek-vision.com atau isi formulir di bawah berikut no email anda sebagai tambahan. Pendaftaran ditutup tanggal 30 April 2011

Silakan isi formulir pendaftaran di bawah ini:

»»  Lanjutannya nih...

Kursus Pengolahan Limbah Komputer dan Elektronik Menjadi Emas

Belum banyak yang tahu bahwa dalam limbah komputer dan elektronik terdapat banyak unsur logam yang berharga. Logam-logam tersebut adalah Tembaga, Aluminium, Besi, Perak bahkan emas.

Bila anda tertarik untuk usaha di bidang ini, kami menawarkan beberapa paket kursus pengolahan limbah elektronik yang dikemas dalam beberapa paket, yaitu:

Paket A

Sistem pengolahan Emas dari bahan ex. processor, conector (micron)

Biaya pelatihan : Rp. 1.250.000,-

Paket B

Sistem pengolahan Emas dari bahan IC dan Transistor

Biaya Pelatihan : Rp. 1.250.000,-

Paket C

Sistem pengolahan Perak dari semua unsur bahan

Biaya Pelatihan : Rp. 650.000,-

Bila anda berminat, silakan hubungi saya ke email : teknisi.komputer71(at)gmail.com.


»»  Lanjutannya nih...

Menculik Maysaroh 4 : Hari yang Mengharu Biru

Senin, 11 Oktober 2010
Dico mengeliat.

"Pa... bangun pa." Istrinya membangunkannya dengan lembut. Diusapnya kepala Dico.
"Pa... bangun... udah siang."

Dico kembali menggeliat.

"Ahh!!" Dico menepis tangan bininya yang masih berada di atas dahinya.

Istrinya cuma tersenyum. Lalu beranjak keluar tempat tidur.

Dico tersentak! Dico terkejut sekali pagi ini. Dico marah, di kejar istrinya yang ternyata sedang menuju ruangan makan.

"Ma!!!" Dico memanggil bininya dengan suara keras, "Mana tendangannya? Mana guyuran airnya? Kok mama begitu sih?" Dico kesal bin bingung. Selama ini ternyata Dico biasa dibangunkan istrinya dengan hardikan, tendangan bila tidak juga bangun, bahkan diguyur! Dan hari ini, Dico mendapat perlakuan yang berbeda! Tentu saja Dico bingung!

Istri Dico menghampirinya. Dico sudah siap-siap dengan jurus seribu Kelabang untuk menangkis segala serangan bininya. Memang udah tabiat yang Dico hapal, bila ia menghardik bininya maka ia akan mendapat balasan yang setimpal. Jeweran atau lemparan sendal! Dan Dico sudah hapal pula bagaimana seharusnya ia mengelak. Menangkis atau lari tunggang langgang!

"Pa, mama udah siapin nasi goreng kesukaan papa. Makan dulu ya?" Istrinya Dico menggandengan tangan Dico sambil menunjuk makanan yang sudah siap di meja. Wah... wah, Dico tambah bengong terhadap sikap aneh bin ajaib bininya pagi ini! Biasanya, pagi-pagi Dico minta kopi aja udah di lempar toples kosong sambil nyerocos, "Makan nih toples! Duit dari mana? Nggak gablek ngasih duit aja mau minta macem-macem!

Dico makan sambil bengong. Sesekali dia liat ke arah bininya. Bininya tersenyum, persis seperti senyuman Sule.

Dia liat lagi...

Istrinya senyum lagi...

Liat lagi...

Senyum lagi...

Liat lagi...

Senyum lagi...

Ada sekitar 136 kali Dico dan bininya liat-liatan dan senyum-senyuman. Manusia Aneh!

Sampai lewat anaknya, Dico dan bininya berenti sejenak untuk denger siaran iklan.

"Pa, kok di tas papa ada jas? Papa mau kawin lagi ya?"

Glek, Dico tersedak. Hampir-hampir, sendok yang lagi dimasukin ke mulutnya itu ketelen! Bininya juga bengong, melotot ke arah Dico seperti minta penjelasan.

Dico tentu aja langsung ngeles!

"Oh, itu punya Anton... minta tolong masukin ke londri untuk di cuci. Kemaren kan dia abis kondangan adeknya!" Dico menyiapkan jurus kalo aja bininya gak percaya. Dia liat ke arah bininya.

Bininya senyum lagi. "Oh, gitu ya pa? Biarin nanti mama yang bawa ke laundry."

Dico lega sambil mengusap keringat dingin di dahinya. Sementara bininya menghampiri anaknya lalu memukul, nendang, tempeleng kanan kiri, lipat, terus digelindingin... "dasar anak sialan! Ngomong sembarangan aja luh!"

Diam-diam, Dico sendiri tersentak hatinya. Bila anaknya ngomong aja bininya udah marah, gimana kalo tau beneran? Disisi lain, Dico juga merasa bersalah. Apalagi dengan perlakuan aneh bininya pagi ini. Dico benar-benar merasa bersalah kepada anak dan istrinya.

Sehabis puas dengan anaknya, istri Dico kembali ke meja makan.

Dico meliat kearah istrinya. Istrinya tersenyum...

Liat lagi...

Senyum lagi ...

Liat lagi...

Senyum lagi...

Kali ini ada sekitar 1258 kali mereka melakukan itu!

***

Dico siap berangkat dengan motor bututnya. Perlakuan aneh bini berlanjut dengan mempersiapkan peralatan service Dico ke dalam tas dan memakaikan tas ke tangan Dico yang udah siap di atas motor! Dico masih bengong dibuatnya.

Dico ingat masa-masa awal pernikahan mereka. Bininya sibuk menyiapkan sarapan pagi, menyiapkan tas kerja lalu memberikan kecupan hangat di pipi sambil berucap "hati-hati ya pa?". Dico mulai merasakan kesedihan dan kepedihan. Dico, merasa menyesal sekali telah berkhianat pada bininya yang setia selama puluhan tahun mendampinginya. Sekalipun kasar, istrinya ternyata tetap ada di sampingnya sekalipun ia hanya menyetor duit pas-pasan dan kurang-kurangan! Hingga kini, hingga 5 buntut telah dihasilkan ia dan istrinya.

"Papa berangkat dulu ya ma?" Dico menatap istrinya tajam. Cukup lama Dico menatap istrinya dan istrinya menatap dia. Bila dalam sinetron, maka ada jeda saat Dico di close up, lalu kamera mengarah ke istrinya. Dico berdoa dalam hatinya, "Tuhan... jangan biarkan ia mencium pipiku, please..."

Lalu istrinya mendekat, mencium pipi Dico sambil berucap, "hati-hati ya pa?"

Dico berangkat di iringi tatapan istrinya yang terus menatap hingga kepergian suaminya tanpa tahu; Dico telah berangkat dengan air mata yang berurai deras dipipinya!

Istrinya memang tidak akan pernah tahu...

(Mau tahu? Tendang dong sponsornya Dico...)
»»  Lanjutannya nih...

Utang

Gw lagi di rumah Pak Adi sedang nunggu kostumer yang bakal beli CPU Pentium 4 ketika Heru dateng dengan keluh kesahnya...

"Payah Pe, si Anto dari kemaren utang ama gw belom bayar-bayar... padahal gw butuh duit! lagi juga, gw belom nyetor ke orang yang gw ambil barangnya... huft!"

"Ntar ngkali... baru kemaren, sabar dikit napa?"

"Bukan gitu, gw takut aje tuh si Anto gak bayar! Namanya duit kalo udah di tangan kan orang suka lupa diri"

"Iye sih... (gw sambil senyum sepet, karena gw juga sering ngutang... hiks)"

Masalah utang, kaya pengusaha miskin seperti gw jadi hal biasa. Iyalah, gimana bisa gak punya duit bisa jual komputer? Beli aja nggak bisa, apalagi jual! Nah, utang adalah sebuah solusi untuk itu. Seperti CPU yang gw mau jual ke costumer yang janjian di rumah pak Adi ini nih... gw utang... (ssst... jangan bilang sapa-sapa).

Heru tetap dengan kelesuannya mikirin duit dia di Anto. Terus dia pergi, niatnya mau ke rumah Anto untuk nagih duit. Bodo ah, yang penting gw agak lega ketika orang yang gw tunggu dateng. Singkat cerita, CPU yang terbungkus rapi kertas koran gw buka dan test di tempat pak Adi komputer gw siap di bayar! Lumayan, hasil utang CPU gw di bayar 800rebu.

Baru terima duit, Bagol dateng dengan langkah tergesa-gesa menuju gw. Sedang gw, rasanya mau tergesa-gesa menghindar. Seandainya kerah baju gw nggak ditahan ama Bagol... gw bakalan kaburrr...

"Lo cepet banget sih Gol! Baru juga terima duit..." Gw ngeluh.

"Setoran... CPU nya udah laku, kan?"

Dengan terpaksa gw serahkan duit sebesar 750rebu utang gw ke Bagol. Pak Adi cuma nyengir ngeliat kita berdua. Terus sibuk lagi dengan peralatan servisnya.

"Nah, ini baru mantaf... gw kan jadi bisa ngerokok!" Bagol dengan senyum sumringah (hufh... rasanya pengen gw tabokin aja).

Belom lagi Bagol berangkat ke warung beli rokok, bos Uwong dateng. Bagol keliatan salting...

"Yah, apek banget... baru pegang duit!" Bagol meringis sambil nyerahin duit 725 ke Bos Uwong yang baru dateng udah nadahin tangan...

Lah... ternyata Bagol utang juga CPU ntu ke Bos Uwong! Sialan... Sementara Pak Adi senyam senyum lagi liat ulah kita-kita...

Bos Uwong, dengan gaya cool langsung duduk di bangku panjang pak Adi sambil ngitung duit setoran Bagol (takut kurang bro...). Tapi jadi nggak cool ketika seseorang nelpon...

"Iya, iya... gw ada di rumah Pak Adi. Lo kesini aja!" Bos Uwong rada gemeteran terima telepon.

Lagi ngobrol-ngobrol, orang yang di tunggu Anto ama Heru dateng...

"Mana Bos, aku udah ditagih ama Heru nih. Ampir aja aku dipukulin..." Anto memelas sambil menadahkan tangan. Dalam sekejap, duit 700rebu beralih ke Anto. Terus dari Anto duit mengalir sebesar 675 ke Heru. Loh... jadi ruwet gini!

Nggak lama dateng Dico. Kita yang udah tau siapa Dico udah siap-siap ngumpetin duit... kecuali Heru!

"Ru, lo nggak ngumpetin duitnya? Entar di pinjem Dico loh!" Kata gw

"Iya, buruan umpetin..." Bagol nambahin.

"Buat apa... orang gw utang ke dia!" Kata Heru sambil nyetor duit 650rebu ke Dico.

Kita liat-liatan... jadi?

Hahahaha... kita semua ketawa lucu. Ternyata utang jadi berantai. Sementara gw sedikit menyesal. Karena gw, ada banyak orang nunggu rizkinya. Karena utang yang gw tunda-tunda nunggu orang yang beli, banyak orang yang salah paham ampe ampir berantem...m

"Oh, jadi gitu ceritanya..." Kita ketawa lagi, sekarang lebih gede dan lebih puas lagi. Mungkin karena sama-sama puas, dan sama-sama lega. Cuma pak Adi yang nggak ketawa keras. Dia cuma senyum kecil ngeliat tingkah kita yang seperti bocah...

"Tumben loh Co, bisa utangin orang... sampe banyak orang lagi!" Kata Bos Uwong. Kita ketawa lagi besar-besar... emang lucu! Dico kan biasanya ngutang! Bukan ngutangin... wuahhahahahah...

"Siapa bilang... gw juga ngutang." Kata Dico.

Hah! Ternyata cerita belum berakhir?

"Nah lo utang ama siapa?" Gw nanya.

"Ama Pak Adi!" Kata Dico sambil nyerahin duit 600rebu ke Pak Adi.

Hah! Kita saling liat-liatan terus ketawa lagi sampe puasss... PUAS!!!

(Udah puas? Tendang dong sponsornya DICO...)
»»  Lanjutannya nih...